[Sua] Masih saja dengan kelingking yang mengait dan mengayun, aku tahu kamu sedang berusaha bercengkerama dengan hati yang berpilin-pilin karena tiba-tiba jarak menghilang dari keberadaan kita berdua. Sepersekian menit setelahnya, kita hanya akan bersetatap dan membiarkan dahi, dagu, telunjuk, dan lengan bertingkah telepatik. Iya, aku dengar mereka mengetuk-ngetuk, gemeratakan, lalu menyeret-nyeret tisu. Sementara riuh ruang … Continue reading
I woke up at the middle of the noon yesterday, sat down for a while in my bed, wandered around my tiny prison, and felt useless. It was hot, moist, and my whole back was sweating, still I left the option to turn on the fan. It was confusing thought, how could I keep my … Continue reading
Ini selalu tentang mengalahkan bagian paling mengerikan dari relaksasi, menunda. Ia adalah fragmen yang seharusnya tak perlu diingat, tak perlu dikompromikan, apalagi disetujui. Ia harusnya diletakkan pada kardus tebal dengan lakban yang mengitari tiap sisi, lalu diletakkan di atas almari, dibiarkan berdebu, dan tak perlu melamakan segala hal yang semestinya disegerakan. Menunda, hanya jika ia … Continue reading
Saya adalah seorang moviegoers yang oportunistik, suka menonton film tapi tidak suka membayar tiket dari bioskop yang monopolistik itu. Saya lebih suka terlambat menonton film-film baru, menunggunya keluar di situs-situs dan forum , dan menikmati betapa menyenangkannya waktu tigapuluh menit yang saya perlukan untuk mengunduh satu film. Makanya, kalau MPAA bertekad bulat untuk menarik semua … Continue reading
Sepenuhnya tak benar selalu melelapkan mata dan melipat kantuk di setiap subuh yang masih prematur. Dan aku selalu begitu, mendengar dinding mendengkur, jendela yang gemeretakan, atau lagu-lagu miris yang tak sempat dimatikan. Dan aku juga selalu begitu, mencoba mengimpi tentang merabai dahimu yang lelap, atau sekedar menunggumu terhenyak tak sadar untuk bertanya pukul berapa sekarang, … Continue reading
December 21st ’10 11.48pm Rasa Hujan, Hujan Rasa Hujan merinai di luar jendela bilik ini, kecilku, tepat sepersekian jengkal menuju tengah malam yang redup dan kusam. Kau tahu, aku sedang membenci seluruh bagian tubuhku yang basah kuyup dengan pilihan-pilihan rasional yang membuatku mengernyitkan dahi sepanjang hari. Tapi selebihnya aku senang, senang karena diberi selangkahan jarak … Continue reading
For some reasons, people are often encourage theirselves to find any representation that reflect anything similar to the life they’re running. It is simply everything we hear, see, or feel. Sometimes, we may find it in a song, by a catchphrase on it, then for the next couple adays it becomes our soundtrack of life. … Continue reading
Saya adalah seorang moviegoers yang oportunistik, suka menonton film tapi tidak suka membayar tiket dari bioskop yang monopolistik itu. Maka, saya lebih suka terlambat menonton film-film baru, menunggunya keluar di situs-situs forum semacam indowebster.web.id, dan menikmati betapa exciting-nya waktu 30 menit yang saya perlukan untuk mengunduh satu film dari situs itu di lingkungan kampus. Sebenarnya, … Continue reading
22 July ’08 02.20 pm Melintasi setapak lagi dan terhambat oleh ilalang setinggi pinggang yang semena-mena melukai kulit ari tapi tetap kupaksakan berlari. Aku sudah tak terlalu peduli lagi pada tingkah udara yang semakin pekat. Kusegerakan setiap nafas hingga tersengal agar si kecil tak terlalu lama menungguku pulang. Aku harus segera pulang karena senja akan … Continue reading
mereka berujar